Setelah melakukan rebranding warung di salah satu pujasera di Jatisari, Mijen beberapa waktu yang lalu, pada Senin, 25 Februari 2019 Madhang menandatangi Nota Kesepahaman dengan PT Bank Negara Indonesia.

Sebagai startup yang mengikuti akselerator di GK-Plug and Play Indonesia Madhang berhasil menjalin kerjasama dengan BNI yang juga menjadi corporate patner dalam acara GK-Plug and Play Indonesia.

Bentuk kerjasama yang dilakukan dalam bentuk pelatihan untuk mitra-mitra Madhang, lebih lanjut para mitra yang membutuhkan dana untuk pengembangan usahanya akan diberikan Kredit Usaha Rakyat dengan Bunga yang rendah. Selain kedua hal tersebut, bentuk kerjasama lainya yaitu dalam hal pembayaran dan jika memungkinkan akan mengarah pada CSR.

Penandatangan Nota Kesepahaman Pemanfaatan Fasilitas Jasa dan Layanan Pebankan

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BNI sepakat untuk melakukan kerjasama dengan Madhang agar dapat membantu masyarakat yang memiliki usaha di bidang kuliner. Dengan harapan dapat membantu UMKM untuk dapat berkembang dan menjadikan Semarang sebagai salah satu wisata kuliner.

Tim PT Bank Negara Indonesia 46 Semarang bersama tim PT Madhang Sak Indonesia

CEO PT Bank Negara Indonesia 46 Kanwil Semarang Mochamad Harsono berpendapat bahwa ingin memberikan supportterbaik untuk Madhang.
“Madhang merupakan aplikasi lokal yang bisa diajak kerjasama untuk bidang kuliner. Harapannya dengan adanya kerjasama ini, dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk usaha di bidang kuliner. Melihat letak Semarang yang strategis, saya rasa Semarang dapat menjadi wisata kuliner yang tidak kalah dengan kota lain.”

Madhang sangat menyambut baik kerjasama ini karena dapat menjembatani mitra dengan BNI. Sesuai dengan tujuan Madhang, BNI bisa berkontribusi untuk perkembangan ibu-ibu di rumah yang memiliki resep rahasia masakan agar dapat dinikmati masyarakat lebih luas.

Menurut CEO Madhang, Firman Wahyudi “ Kerjasama ini bertujuan untuk membantu UMKM lebih maju. Harapan kami adalah agar memunculkan usaha kuliner yang lebih beragam di Semarang. Sehingga masyarakat tidak bosan hanya itu-itu saja makanan yang dijajakan. Karena sebenarnya banyak sekali resep rahasia yang belum banyak diketahui masyrakat” sambungnya. (DRA)