Pemerintah kota Semarang, pada tahun ini berhasil membangun Bridge Fountain. Atraksi air mancur menari ini diharapkan dapat menambah wisatawan yang datang ke Semarang. Air mancur ini terletak di Banjir Kanal Barat, jembatan yang awalnya hanya diterangi dengan lampu jalan, saat ini sudah memiliki air mancur yang menarik.

Semarang Bridge Fountain memiliki atraksi yang mirip dengan atraksi di Jembatan Banpo di Sungai Han, Korea. Selain lampu yang warna-warni, air mancur ini akan menari atau bergoyang sesuai dengan music yang mengiringinya. Tepat pada saat perayaan tahun baru Semarang Bridge Fountain diresmikan oleh Pemerintah Kota Semarang. Pembukaan Semarang Bridge Fountain turut dimeriahkan oleh beberapa band lokal dan juga ibu kota.

Madhang sebagai startup lokal turut serta memeriahkan acara opening Semarang Bridge Fountain dengan menghadirkan mitra Madhang. Salah satunya adalah Nasi Glewo yang cukup lama menjadi mitra Madhang. Nasi Glewo merupakan makanan lawas khas Semarang yang hampir dilupakan. Menurut Rika, pemilik usaha Nasi Glewo “ Bergabung bersama Madhang sangat menguntungkan bagi saya, awalnya hanya sedikit pelanggan saya, tapi berkat Madhang konsumen saya jadi bertambah, terus saya dikasih kesempatan jualan di sini secara gratis.” Karena nama yang tidak familiar cukup membuat penasaran pengunjung untuk mampir dan mencicipi hidangan berisi nasi, koyor sapi dengan kuah santan.

Menjadi mitra Madhang sangat menguntungkan bagi usaha kuliner, selain biayanya gratis, mitra madhang dapat leluasa mengatur warung mulai dari jam buka dan tutup hingga pengaturan menu-menu yang ingin dijual. Tidak hanya itu, Madhang juga aktif mengajak mitra-mitra yang telah bergabung untuk memeriahkan acara kuliner yang ada di Semarang.