Bagi pecinta kopi tak ada salahnya untuk mencicipi Kopi Sadiroso yang terletak di daerah Kedungmundu, Semarang. Adalah Anisah, sosok wanita dibalik nikmatnya Kopi Sadiroso. Kopi Sadiroso sudah diproduksi suami Anisah sejak tahun 1996 di kota Kudus. Setelah menikah tahun 2012, Kopi Sadiroso kemudian dikembangkan oleh Anisah di Semarang. Kini penikmat Kopi Sadiroso sudah tersebar se Indonesia.

Produk binaan Dinas Koperasi Kota Semarang ini terbuat dari biji kopi robusta yang diambil dari Boja dan Temanggung. Proses pengolahannya dilakukan secara tradisional dimulai dengan pencucian biji kopi, pengeringan dengan cara dijemur kemudian disangrai denganmenggunakan kayu bakar sehingga menciptakan rasa yang khas. Anisah mengungkapkan semakin sedikit kadar air saat proses pengeringan semakin bagus hasil produksinya. Selain diminum, Kopi Sadiroso juga dapat digunakan sebagai masker karena terbuat dari biji kopi asli. Mengingat sifat kopi yang menyerap bau, Anisah menyarankan untuk segera menutup rapat bubuk kopi setelah dibuka agar menjaga citarasa Kopi Sadiroso.  

Bergabung di aplikasi Madhang, Anisah mengungkapkan sangat terbantu terutama dalam hal promosi. Saat pertama kali mengikuti sosialisasi mitra Madhang, produk kopi yang ia bawa masih dibungkus dengan plastik sederhana. Kemudian ia mendapat banyak masukan dari tim Madhang untuk mempercantik kemasan produknya hingga hadirlah Kopi Sadiroso dengan kemasan pouch dan desain yang lebih menarik.  Sebagai penggiat UMKM, Anisah berharap pengguna aplikasi Madhang semakin banyak sehingga dapat meningkatkan kehidupan perekonomian keluarga dan memberdayakan ibu rumah tangga.

Kopi Sadiroso dijual dalam kemasan kopi bubuk ukuran ¼ kg, ½ kg dan 1 kg. Adapula varian kopi gula yang berisi 5 sachet perkemasan. Jika ingin menikmati langsung kopi racikan Anisah, di aplikasi Madhang secangkir kopi hitam dibanderol seharga 8000 rupiah dan kopi susu 11000 rupiah saja. Jika tertarik untuk menikmati kopi robusta asli, secangkir Kopi Sadiroso bisa dipesan melalui aplikasi Madhang.